Tujuh Tersangka Pengeroyokan Perankan 57 Adegan, Berikuta Detail Perannya

Satreskrim Polres Tulungagung menggelar rekonstruksi kasus pengeroyokan yang menyebabkan Yatno (korban) meninggal dunia, Selasa (20/10/2020). Dalam rekonstruksi yang digelar di kantor sementara Satreskrim tersebut, tujuh tersangka dan 14 saksi memerankan 57 adegan.

Adapun ke-57 adegan tersebut yakni ;

1.    Tersangka BG dan YS datang ke teras rumah Yani (saksi) untuk bertemu dengan korban.

2.    BG dan YS mendekati korban yang sedang duduk bersama saksi Yanianto dan Bejan.

3.    YS memegang kerah kaos korban.

4.    BG merangkul korban.

5.    YS memukul pipi kiri korban sekali.

6.    BG mencoba melerai YS.

7.    BG mengambil ponsel korban.

8.    Dua orang tak dikenal (OTD) membawa korban keluar, sedangkan BG dan YS dibelakangnya.

9.    Korban terjatuh di dekat pagar.

10.           Tersangka RN alias Jotal datang.

11.           RN memukul kepala korban yang sudah jatuh di bawah.

12.           BG dan 2 OTD membangunkan korban.

13.           YS kembali muncul dari belakang.

14.           YS memukul 2 kali pipi kiri korban.

15.           BG kembali melerai YS.

16.           BG tetap merangkul korban sambil menanyakan soal hp.

17.           Istri korban, YY datang ditanya pasword hp.

18.           BG kembali merangkul korban, memegang dada kiri dan meyakinkan korban, serta tangan kiri tetap memegang hp.

19.           Tersangka RA alias Brodot mengambil tali ravia.

20.           RA melempar ravia ke korban.

21.           Tersangka SS alias Selor mengambil tali.

22.           SS mendekati korban.

23.           SS mengikat pergelangan tangan korban.

24.           SS mendorong korban ke dekat pagar.

25.           SS mengikat korban ke pagar.

26.           SS memukul pipi kiri korban.

27.           YS kembali mendekat.

28.           YS memukul dua kali bahu kiri korban.

29.           YS memukul mata kiri korban.

30.           BG merangkul (miting-jawa red) korban bersama 2 OTD.

31.           BG meneuk dada korban.

32.           Tersangka KT mendekat.

33.           KT memukul bahu kiri korban.

34.           BG melepas ikatan pada korban.

35.           Dua OTD melepas celana korban, BG ikut membantu.

36.           BG mengambil celana korban yang sudah terlepas di bawah.

37.           BG menyerahkan celana dan dompet korban ke YY.

38.           YS kembali mendekati korban yang terjongkok.

39.           YS memegang tali pada korban.

40.           YS menarik korban dengan tali dibantu dua OTD.

41.           RA alias Brodot menendang kaki korban.

42.           Saat korban ditarik, YY sempat mendekati korban.

43.           YS meletakkan tali untuk menarik korban yang dalam posisi miring.

44.           Tersangka PJ datang.

45.           OJ menendang sekitar dada sebelah kiri.

46.           SS kembali datang.

47.           SS memegang baju belakang korban.

48.           YS memegang dan mengangkat kedua kaki korban dan dibawa ke tepi selokan.

49.           YS dan SS sempat berhenti mengangkat korban.

50.           YS dan SS meletakkan korban ke dekat selokan tebu.

51.           YS menendang dada kiri korban sekali.

52.           Anggota polsek datang melerai.

53.           YY memegangi kepala korban.

54.           Kepala Desa Nyawangan Sabar datang untuk melerai.

55.           Dua petugas melepas tali korban.

56.           Dua anggota mengangkat korban.

57.           Korban dievakuasi ke atas mobil.

“Rekonstruksi kali ini ada 57 adegan, sama halnya dengan hasil Berita Acara Pemeriksaan (BAP) sebelumnya,” kata Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatreskrim AKP Ardyan Yudo Setyantono.

Yudo mengungkapkan, rekonstruksi ini sengaja dilakukan untuk melengkapi berkas pemeriksaan sebelum dilimpahkan ke kejaksaan. Bahkan, pihaknya juga menghindarkan dari pihak kejaksaan. Tujuannya, agar Jaksa Penuntut Umum (JPU) nanti bisa memahami runtutan pelanggaran pidananya.

“Ya biar runtutan pelanggaran pidana, siapa saja yang melakukan, perannya apa saja sudah jelas,” katanya.

Yudo melanjutkan, pihaknya sengaja menggelar rekonstruksi di halaman kantor Satreskrim karena memperhatikan aspek keamanan jika dilakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP).

Disinggung peran dari beberapa OTD yang turut ditampilkan dalam rekonstruksi tersebut, Yudo mengungkapkan jika OTD tersebut memang tidak diketahui identitasnya. Bahkan saksi dan tersangka yang sudah diperiksa juga tidak mengenalnya.

Yudo menambahkan, usai digelarnya rekonstruksi ini, dalam waktu dekat pihaknya akan segera melengkapi berkas-berkas ketujuh tersangka untuk dilimpahkan ke kejaksaan.

 

 

 

Close
Menu