POLRES TULUNGAGUNG BONGKAR PEREDARAN RATUSAN LITER CIU DENGAN TAMBAHAN PERASA, DUA PELAKU DICIDUK

Dua Pemuda asal Tulungagung, Nanang dan Imam akhirnya merasakan pengabnya jeruji besi setelah keduanya diamankan Satreskoba Polres Tulungagung dalam operasi tumpas semeru 2020.

Nanang yang berprofesi sebagai buruh bangunan diamankan setelah menjadi distributor ratusan liter ciu dengan tambahan perasa, sedangkan Imam diamankan setelah membeli ciu tersebut dari tangan tersangka Nanang.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia mengatakan, dihadapan Polisi, Nanang mengaku mendapatkan 154 botol ciu dengan perasa tersebut dari Solo kemudian dijual lagi di Tulungagung.

Tidak hanya bertindak sebagai distributor, namun Nanang juga melakukan sedikit perubahan dengan menambahkan air hangat dan label pada kemasan sesuai dengan rasa yang ada di dalamnya.

“Jadi tersangka ini mendapatkan barang dari Solo kemudian ditambahi air hangat dan label sesuai dengan rasa rasanya, ada yang leci dan gedang” ujarnya.

Dihadapan petugas, tersangka Nanang mengaku menjual ciu rasa lecy dan gedang klutuk ukuran kecil seharga 10 ribu rupiah, sedangkan ciu original ukuran botol air minerl 1,5 liter dijual dengan harga 25 ribu rupiah.

“Yang kecil dijual 10 ribu, yang besar dijual 25 ribu rupiah,” jelasnya.

Pandia menjelaskan, penegakan hukum terhadap pelaku peredaran miras dan ciu merupakan perintah langsung darinya kepada Kasat Reskrim, Kasat Reskoba dan Kapolsek jajaran untuk melakukan razia setiap hari, sebab miras dan ciu acap kali menjadi pemicu terjadinya keributan, perkelahian dan hal hal lain yang mengganggu kondusifitas masyarakat Tulungagung.

“Memang kita perintahkan kepada kasat reskrim dan reskoba serta polsek jajaran untuk kita tekan laju peredaran miras ini, karena miras ini kan menjadi penyebab keributan, perkelahian dan lain lain” pungkasnya.

Sementara itu berdasarkan data yang dimiliki oleh Satreskoba Polres Tulungagung, dalam oeprasi tumpas semeru 2020 kali ini, Polisi berhasil mengungkap 13 kasus dengan 14 orang tersangka.

Dengan rincian, 9 kasus Narkotika dengan 10 tersangka, 2 kasus obat keras daftar G dengan 2 tersangka, kemudian pengungkapan 2 kasus peredaran miras dengan 2 orang tersangka.

Barang bukti yang berhasil diamankan sebanyak 6,75 gram shabu, 795 butir pil dobel L, 154 botol ciu, uang tunai 970 ribu rupiah, 2 buah bong, 12 handphone dan 2 buah timbangan elektrik.

Close
Menu