Polisi Amankan Dua Warga Rejotangan, Ini Alasannya

Dua warga Desa Banjarejo Kecamatan Rejotangan diciduk anggota Satreskoba Polres Tulungagung pada Sabtu (17/10/2020) malam. Pasalnya, keduanya diduga menjadi pengedar narkotika golongan satu jenis sabu.

Tak tanggung-tanggung, dari tangan keduanya polisi menyita barang bukti berupa sabu-sabu dengan berat sekitar 9,82 gram.

Adapun dua orang yang sudah ditetapkan sebagai tersangka tersebut yakni, Al (43) dan HS Alias Gendon (26) warga Desa Banjarejo Kecamatan Rejotangan.

“Saat ini keduanya sudah diamankan di Mapolres Tulungagung,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko.

Dijelaskan, tertangkapnya dua pengedar dan pemakai sabu tersebut bermula dari informasi yang diterima petugas. Bahwasannya, di Desa Banjarejo terdapat peredaran sabu-sabu.

“Berbekal informasi tersebut, pihaknya langsung melakukan penyelidikan,” katanya.

Hasilnya lanjut Neni, dari bahan keterangan yang diperoleh mengaraj kepada AL. Tak mau kehilangan momentum, petugas langsung mencari dan mengamankan AL sekitar pukul 18.00 WIB.

“Saat ditangkap AL tidak bisa mengelak, lantaran petugas menemukan barang bukti lima poket sabu dengan berat 0,28 gram, 0,28 gram, 0,30 gram, 0,25 gram dan 0,27 gram, satu pipet kaca berisi sabu dengan berat 3,26 gram,” bebernya.

Tak hanya itu, petugas juga menyita barang bukti lain yakni dua plastik klip bungkus sabu, satu alat bong, satu timbangan digital merk KUBEI, satu lembar lembar tisu, empat skrop sedotan, dua korek api, satu pack plastik klip, satu cottonbuds, satu celana jeans merk Levi’s, dan satu Hp Samsung warna Gold.

“Saat diinterograsi, AL ini mengaku mendapat barang dari HS,” imbuhnya.

Tak butuh lama lanjut Neni, satu jam berselang HS yang merupakan upline dari AL ini juga berhasil diamankan. Bahkan, petugas berhasil menyita barang bukti lebih besar yakni satu poket sabu seberat 5,18 gram.

“Petugas juga mengamankan barang bukti uang Rp 300 ribu, dua buah Hp Samsung dan Hp Asus, serta sebuah tas merk Vans,” ungkapnya.

Namun demikian lanjut Neni, pihaknya masih belum bisa memberikan informasi lebih lanjut. Pasalnya, saat ini kasus tersebut masih terus dalam penyidikan. Pihaknya juga masih berupaya mengungkap siapa pemasok sabu diatas AL dan HS ini. Mengingat jumlah barang bukti cukup besar.

“Atas perbuatannya, kedua tersangka bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub 112 ayat (1) UURI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman 15 tahun penjara,” pungkasnya.

Close
Menu