Pertama di Jatim, Dirlantas Polda Jatim Resmikan Sistem TAR Tulungagung

Kepolisian Resor (Polres) Tulungagung akhirnya melaunching sistem Traffic Attitude Record (TAR), Senin (21/9/2020).

Inovasi baru yang bakal merekam perilaku pengemudi maupun pemotor ini diresmikan langsung oleh Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman, dan disaksikan Bupati Tulungagung Maryoto Bhirowo.

Dirlantas Polda Jatim Kombes Pol Latif Usman mengungkapkan, program ini sengaja didesain dalam rangka memaksa masyarakat agar tertib berlalulintas. Teknisnya, setiap pengemudi maupun pengendara kendaraan bermotor (ranmor) akan terekam perilakunya secara otomatis apabila ia melanggar lalulintas, menyebabkan lakalantas, hingga terlibat lakalantas.

“Jadi program ini muaranya untuk menekan jumlah lakalantas sekaligus, meminimalisir fatalitas korban,” jelasnya.

Pria yang akrab disapa Latif tersebut menjelaskan, bagi pengguna jalan yang melanggar administrasi, maka ia akan mendapatkan poin 1, kemudian apabila menyebabkan kemacetan, ia mendapat poin 3. Selanjutnya jika ia menyebabkan lakalantas maka ia akan mendapatkan poin 5.

Poin-poin tersebut nantinya akan terakumulasi hingga lima tahun. Ketika si pelanggar mengurus perpanjangan Surat Ijin Mengemudi (SIM), maka poin tersebut menjadikan pertimbangan petugas apakah SIM bisa diperpanjang atau tidak.

“Jika jumlah poin selama lima tahun terakhir terakumulasi dibawah 12, maka ia masih diperbolehkan memperpanjang SIM,” jelasnya.

Namun jika jumlah poinnya diatas 12, maka ia tidak boleh memperpanjang SIM. Ia harus mengurus seperti halnya pemohon SIM baru.

“Jadi seperti mengurus SIM baru, termasuk ujian tulis dan praktik,” bebernya.

Dengan demikian lanjut Latif, si pemilik SIM akan lebih bertanggungjawab atas kompetensi dan lisensi yang ia pegang.

“Menariknya, program ini di Jawa Timur baru ada di Tulungagung,” imbuhnya.

Latif menambahkan, dalam sebulan kedepan pihaknya akan mengevaluasi program TAR ini. Jika hasilnya nyata bisa menekan angka lakalantas, tentu inovasi ini bakal menjadi pilot project untuk diberlakukan di seluruh Jawa Timur.

“Sistem TAR termasuk maju, karena menggunakan NIK yang bisa merekam diseluruh Indonesia dan terhubung dengan SKCK,” pungkasnya.

Sebelumnya, Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasatlantas Aristianto Budi Sutrisno mengungkapkan, selain untuk mendukung program pemerintah tentang single identity number, program ini juga salah satu uapaya untuk menekan angka laka lantas. Harapannya, dengan sistem ini bisa membudayakan masyarakat untuk tertib berlalu lintas.

“Jadi etika berkendara, saling menghargai sesama pengguna jalan harus dibangun lagi. Minimal, ini bisa mengurangi tingkat fatalitas korban,” terangnya.

Aris menjelaskan, adapun teknis penerapan program TAR ini yakni melalui program E-Tilang yang sudah berlaku. Menurutnya, semua pelanggar yang kena tilang, secara otomatis datanya juga sudah masuk ke sistem TAR yang juga disinkronisasi dengan data di SKCK.

“Untuk pengecekan, setiap anggota nanti kita bekali aplikasi di ponsel android. Kemudian tinggal memasukkan NIK atau nomor ranmor, lalu sudah muncul riwayatnya,” jelasnya.

Jadi lanjut Aris, petugas langsung bisa mengetahui seseorang atau ranmor pernah melanggar apa, dimana, dan kapan saja. Jika riwayat pelanggarannya tercatat banyak, otomatis akan menjadi pertimbangan hakim untuk memutus perkaranya.

“Ya kalau jumlah pelanggarannya banyak, berarti yang bersangkuatan ini memiliki perilaku berkendara yang kurang baik,” imbuhnya.

Aris memastikan, saat ini baik instrumen, sumber daya manusia, dan sistem sudah siap. Menurutnya, dalam waktu dekat program ini akan segera di launching dan diberlakukan.

“Program ini adalah pengembangan dari inovasi-inovasi sebelumnya, seperti TACS,” terangnya.

Meski di Tulungagung belum menerapkan Electric Traffic Law Enforcement (Etle) seperti layaknya di kota-kota besar, namun pihaknya optimis program ini tetap bisa berjalan di Tulungagung.

“Kita masih manual, tapi tetap bisa berjalan. Buktinya tetap ada pelanggar lalin yang kena tilang,” tukasnya.

 

 

 

Close
Menu