PEDULI SESAMA, HUMAS POLRES TULUNGAGUNG SAMBANG WARGA BAGI-BAGIKAN SEMBAKO

 

Kepedulian Polres Tulungagung di masa pandemi seperti ini tidak hanya dilakukan dengan membagi bagikan masker dan mengunjungi keluarga terkonfirmasi Covid-19 saja.

Kepedulian lainnya juga ditunjukkan dengan memberikan bantuan sembako kepada komunitas tuna netra di Tulungagung yang terdampak Covid-19. Paur Humas Polres Tulungagung, Iptu Neny Sasongko mengatakan, komunitas tunanetra menjadi komunitas yang sangat terdampak dengan adanya pandemi ini.

“Tuna netra menjadi salah satu komunitas yang terdampak, di masa pandemi ini,” ujarnya.

Terlebih mereka yang selama ini menggantungkan hidup dengan menjadi pemain electone hajatan hajatan di wilayah Tulungagung, mengingat saat pandemi terjadi, otomatis hajatan ditunda bahkan walaupun sudah bisa dilakukan, maka dilaksanakan dengan sangat sederhana tanpa mengadakan hiburan sebagai mana mestinya.

Oleh sebab itu, Sabtu (03/10) kemarin pihaknya melakukan kunjungan ke rumah komunitas tunanetra di Tulungagung, guna menunjukan kepedulian Polisi kepada komunitas tuna netra dengan memberikan bantuan sembako berupa beras, minyak, mie instan dan gula putih.

“Sudah kita siapkan sembako untuk mereka yang membutuhkan, agar tidak merepotkan, ini kami yang jemput bola datang ke rumah saudara saudara kita yang terdampak Covid19,” lanjutnya.

Masih di hari yang sama, Neny menyebut, pihaknya juga memberikan bantuan kepada komunitas tunanetra, pihaknya juga memiliki kepedulian dengan mendatangi beberapa warga desa Domasa kecamatan Kalidawir yang kondisinya memprihatinkan karena kekurangan gizi.

“Kita juga akan berlanjut ke Kalidawir, untuk memberikan bantuan kepada warga yang kekurangan gizi disana,” lanjutnya.

Pihaknya berharap, bantuan yang diberikan tersebut bisa meringankan beban warga Tulungagung yang membutuhkan, sehingga tetap bisa beraktifitas dan selalu optimis di masa pandemi ini.

Sementara itu, Dodik, salah satu tuna netra yang menerima bantuan sembako ini mengaku pendapatnnya turun drastis di masa pandemi ini, setelah tak ada hajatan dan acara yang menggunakan jasanya sebagai pemain electone. Bahkan lebih dari 10 jadwal manggung yang sedianya sudah dirancang, akhirnya gagal terlaksana, sejak 4 bulan yang lalu ketika memasuki masa pandemi.

“Ya kalau ditanya terdampak atau tidak, ya pasti terdampak, lha biasanya ada kerjaan, sekarang gak ada tapi ya mau bagaimana lagi,” Pungkasnya.

Atas bantuan tersebut dirinya mengungkapkan rasa terima kasihnya kepada pihak kepolisian yang sudah memberikan bantuan.

Close
Menu