Malam Minggu Asik Pesta Sabu di Kos-kosan, Dua Pemuda Diamankan Polisi

Dua pemuda asal Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu digelandang anggota Unit Reskrim Polsek Gondang pada Sabtu (10/14/2020) malam. Pasalnya, keduanya diduga usai menggelar pesta sabu-sabu disalah satu rumah di Perumahan Sobontoro Indah.

Kedua tersangka tersebut yakni EK (25), dan DD (21). Keduanya berasal dari Desa Kendalbulur Kecamatan Boyolangu.

Selain itu, petugas juga menyita barang bukti berupa sebuah dompet yang berisi satu klip sabu dengan berat kotor 0,25 gram, sebuah tempat permen mentos yang berisi 28 pil double L, sebuah korek gas, sebuah pipet kaca berisi sisa sabu, sebuah sedotan, sebuah hp merk SPC, dan sebuah hp merk Oppo.

Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Paur Humas Iptu Neni Sasongko mengatakan, dua pemuda tersebut berhasil ditangkap berkat informasi yang diperoleh petugas. Bahwasannya, di wilayah hukum Polsek Gondang terdapat peredaran narkoba.

“Setelah ditelusuri, ternyata mengarah kepada sebuah rumah di salah satu Perum Sobontoro Indah,” katanya.

Tak mau kehilangan momentum lanjut Neni, petugas yang berpakaian preman langsung mendatangi lokasi. Karena pintu kamar terkunci, petugas meminjam kunci ganda kepada pengelola kos.

“Saat pintu terbuka, kedua tersangka terlihat sakau, dan salah satu diantaranya berupaya menyembunyikan alat bong di bawah almari,” ungkapnya.

Neni melanjutkan, saat dilakukan penggeledahan, petugas menemukan satu poket sabu seberat 0,25 gram yang diletakkan didalam dompet EK. Ketika dilakukan tes urin, hasil keduanya juga positif.

“Untuk keperluan pemeriksaan, keduanya kita gelandang ke Mapolsek,” terangnya.

Kepada petugas, keduanya mengaku mulai mengkonsumsi sabu sekitar dua bulan yang lalu. Dimana sabu diperoleh oleh seseorang yang tidak diketahui namanya. Setiap satu pahe, sabu dibeli seharga Rp 200 ribu dengan cara diranjau.

“Jadi sabu-sabu selalu dipakai bersama keduanya. EK yang pesan sabu, dan DD yang menyediakan alat hisapnya,” jelasnya.

Keduanya nekat mengkonsumsi sabu karena ketagihan. Pengakuannya, pesta sabu ini dilakukan terakhir kali. Sebab, pada Senin hari keduanya rencananya akan berangkat bekerja ke NTT.

“Akhirnya mereka tidak jadi berangkat, karena tertangkap,” imbuhnya.

Neni melanjutkan, kini kasus tersebut masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga berupaya untuk mengungkap siapa orang yang memasok sabu pada EK dan DD.

Atas perbuatannya, keduanya bakal dijerat dengan pasal 114 ayat (1) sub pasal 112 ayat (1) UURI No 35 Tahun 2009 Tentang Narkotika.

“Ancaman hukumannya 15 tahun penjara,” pungkasnya.

 

Close
Menu