KAPOLRES TULUNGAGUNG BERIKAN REWARD BHABINKAMTIBMAS BERPRESTASI, INI DIA NAMANYA

Upacara pemberian reward kepada Bhabinkamtibmas Polres Tulungagung kembali dilaksanakan, kali ini 2 Bhabinkamtibmas yang memperoleh reward dari Kapolres Tulungagung adalah Bripka Dodik, Bhabinkamtibmas desa Pelem kecamatan Campurdarat dan Aiptu Budi, Bhabinkamtibmas desa Majan kecamatan Kedungwaru Tulungagung.

Keduanya hadir secara langsung dalam penganugerahan reward yang digelar di GOR Lembu Peteng pada Rabu (09/09) kemarin, selain plakat reward dari Kapolres, keduanya juga memperoleh bonus berupa televisi flat ukuran jumbo.

Kapolres Tulungagung, AKBP Eva Guna Pandia yang memimpin upacara tersebut mengatakan, Bhabinkamtibmas yang memiliki kreatifitas dan inovasi dalam menjalankan tugasnya layak mendapatkan apresiasi lebih, salah satunya dengan memberikan reward.

Pihaknya menyebut, Bripka Dodik layak mendapaykan reward karena aktif mensosialisasikan protokol kesehatan kepada warganya dengan berbagai cara, salah satunya dengen menunggangi sepeda unta dan berkeliling desa menggunakan toa.

“Bhabin silahkan mendata keluhan masyarakatnya apa, kemudian temukan solusinya sehingga kehadiran kita di masyarakat itu sangat diperlukan” ucap Pandia.

Begitu juga dengan Aiptu Budi yang aktif memediasi permasalahan di desanya, sehingga masalah yang timbul bisa diredam dengan baik dengan mengedepankan solusi sesuai dengan jargon Astuti.

Tidak hanya itu saja, Pandia menambhakan,Aiptu Budi juga aktif menggalakkan program dan sosialisasi kegiatan Polisi melalui akun instagram yang bisa menjangkau lapisan masyarakat, terutama generasi milenial.

“Kriteria bhabin berprestasti itu ada banyak, salah satunya inovasi, asalkan mau berinovasi dalam menjalankan tugasnya, maka pelayanan kepada masyarakat juga akan membaik, seperti yang sudah kita lihat dari bhabin yang menerima rewrd ini” lanjutnya.

Dikonfirmasi mengenai reward yang diterimanya, Aiptu Budi mengaku tidak menyangka akan menerima reward ini. Baginya 2,5 tahun menjadi Bhabhinkamtibmas di desa Majan adalah sebuah pengabdian dari tugas yang diembankan kepadanya.

“Saya 2,5tahun di Bhabin, sebelumnya dinas di tempat lain, mohon doa kelancarannya” ucap Budi.

Budi menyebutkan beberapa masalah yang dihadapi warganya bisa berakhir dengan damai di rumah Polisi Astuti, hal itu dilakukan sesuai dengan perintah pimpinan dan demi kondusifitas masyarakat.

Begitu juga dengan ide pembuatan Instagram, Budi tak ingin jumawa, dirinya menilai ide tersebut muncul dari usualn 3 pilar yang terdiri dari TNI, Polri dan Pemerintah desa, untuk menggalakkan sosialisasi melalui akun Instagram.

“Kalau masalah itu ada beberapa masalah tanah warga yang bisa diselesaikan, kalau Instagram itu ide 3 pilar, kite bersama sama” pungkasny.

Close
Menu