KAPOLRES PANDIA KUKUHKAN PETUGAS PROTOKOL KESEHATAN

 

Bertempat di kantor kecamatan Ngantru, Kamis (08/10) kemarin Kapolres Tulungagung bersama dengan Forkopimcam mengukuhkan Petugas Penegkan Protokol Kesehatan di Kecamatan Ngantru.

Dihadapan peserta pengukuhan, Camat Ngantru, Dwi Hari mengatakan, selama ini Forkopica Ngantru telah melakukan sejumlah upaya untuk mempercepat penanganan Covid-19 di wilayah kecamatan Ngantru.

Seperti mensosialisasikan penerapan protokol kesehtan di tempat umum dan sosialisasi mengenai jam malam dan penggunaan masker untuk masyarakat yang melakukan aktifitas di luar ruangan.

"Kita sudah melakukan beberapa kegiatan, dengan harapan untuk menekan jumlah penyebaran dan melakukan pencegahan covid-19 di wilayah kami," ujarnya.

Tidak hanya itu saja, sebab pihaknya juga aktif melakukan rapid test di sejumlah lokasi yang menjadi titik kumpul masyarakat, serta operasi yustisi di beberapa lokasi dengan menggandeg berbagai pihak.

"Malam minggu kemarin kita lakukan mobile, dengan mendatangi lokasi lokasi yang menjadi tempat nongkrong masyarakat, kemudian kita berikan sosialisasi dan sekaligus kita berikan sanksi bagi yang melanggar," terangnya.

Kini dengan dikukuhkanya petugas protokol kesehatan ini, maka diharapkan upaya pencegahan bisa dilakukan dengan lebih maksimal.

Sementara itu Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia dalam sambutanya mengatakan, berkat kolaborasi Tiga pilar yang sangat baik dan penanganan pasien di rumah sakit serta kesigapan relawan dan dengan supali obat herbal Linhua dan Probiotik, maka kesembuhan terkonfirmasi di Tulungagung cukup tinggi.

"Peran semua pihak menjadikan capaian di Tulungagung saat ini cukup baik, semoga bisa ditingkatkan dan dipastikan terus meningkat," jelasnya. Pihaknya menyebut, operasi yustisi juga terus dilakukan untuk meminimalkan terjadinya klatster tambahan di Tulungagung. " jelasnya.

Data terbaru sampai saat ini jumlah terkonfirmasi sebanyak 407, jumah warga yang menjalani karantina sebanyak 15, kemudian 8 orang dirawat, 8 orang diisolasi, jumlah pasien yang sembuh sebanyak 373 orang , dimana 3 orang lainnya meninggal dunia," jelasnya.

Pandia mengungkapkan, pihaknya telah memerintahkan Bhabinkamtibmas untuk menjadi ujung tombak dalam tugas awal untuk berperan dalam Penanganan percepatan Covid-19, Lakukan dengan cara 3T ( Testing, Tracing dan Treadmen) secara massif terhadap pasien Covid-19, di wilayahnya masing masing.

"Bhabinkamtibmas sudah kita perintahkan untuk tetap menjadi ujung tombak agar mengawasi dan mendata warganya yang terkonfirmasi covid-19 di wilayahnya masing masing," pungkasnya.

Close
Menu