Hukuman 12 Tahun Penjara Menanti Pelaku Pengeroyokan

Tujuh tersangka pengeroyokan terhadap Suyatno warga Desa Nyawangan Kecamatan Sendang hingga tewas mengenaskan telah diringkus. Mereka kini tengah menanti hukuman 12 tahun penjara.

Ketujuh tersangka tersebut yakni, BG (24), RN (32), YS (20), SL (46), JK (21), PJ (45), dan KT (77). Nama terakhir baru ditetapkan sebagai tersangka pada Senin (28/9/2020) malam.

Ketujuh tersangka ini harus bertanggung jawab atas perbuatannya sesuai pasal 170 ayat (1) dan (2) ke 3e KUHP yang disangkakan penyidik.

“Iya ancaman hukuman maksimalnya 12 tahun penjara,” tegas Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia melalui Kasat Reskrim AKP Ardyan Yudo Setyantono, Selasa (29/9/2020).

Yudo melanjutkan, saat ini ketujuh tersangka masih dalam proses penyidikan. Pihaknya juga masih akan memilah apakah berkas ketujuh tersangka ini dijadikan satu atau dipecah. Sebab, masing-masing melakukan pemukulan di lokasi yang berbeda.

Selain itu, ketujuh tersangka ini saat beraksi diketahui saksi yang berbeda.

“Nanti akan kita dalami lagi, dipecah atau dijadikan satu berkasnya,” imbuhnya.

Yang jelas lanjut Yudo, ketujuh tersangka ini dijerat dengan pasal yang sama. Karena secara terang-terangan dan bersama-sama menggunakan kekerasan hingga mengakibatkan korban meninggal dunia.

Disinggung apakah peran masing-masing dari ketujuh tersangka ini, Yudo mengatakan beragam. Namun semuanya melakukan pemukulan tanpa alat, alias menggunakan tangan atau kaki saja.

“Jadi mereka memukul secara spontanitas saja menggunakan tangan dan kaki,” jelasnya.

Dari kejadian tersebut, petugas menyita barang bukti berupa pakaian korban, dan tali yang digunakan untuk mengikat korban.

Masih menurut Yudo, dari ketujuh tersangka ini, YS lah yang paling banyak memukuli korban. Mulai di lokasi pertama, kedua, dan ketiga serta saat berada di perjalanan.

“Selain memukul, YS ini juga nendang dan menarik (nyeret-jawa, red) terhadap korban,” imbuhnya.

Yudo menambahkan, sebelum melimpahkan berkas dan tersangka ke kejaksaan, pihaknya dalam waktu dekat bakal melakukan rekonstruksi untuk melihat secara utuh kronologi kejadian mulai awal hingga akhir.

 

Close
Menu